160751_makankunyah460ts

Mengatur pola makan adalah salah satu kunci keberhasilan program diet. Sayangnya, banyak orang yang bertekad melakukan diet pada akhirnya gagal karena tidak dapat mengontrol makannya. Ternyata rahasianya sederhana saja, yaitu mengunyah makanan selama 30 detik sebelum ditelan.

Rahasia ini terkuak lewat penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of Birmingham. Para peneliti melihat bahwa orang yang mengunyah makanan lebih lama jadi lebih sedikit memakan cemilan dibandingkan kebanyakan orang. Cara ini dapat mempengaruhi penurunan berat badan karena proses makan jadi terasa membosankan

Dalam laporan yang diterbitkan jurnal Appetite, penelitian menunjukkan bahwa mengunyah makanan lebih lama dapat berdampak pada nafsu makan, membatasi keinginan untuk memakan cokelat, permen dan makanan ringan lain yang dapat memicu penumpukan lemak. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa mengunyah makanan untuk waktu lama dapat memangkas asupan kalori.

Para peneliti ingin mengetahui apakah proses mengunyah makanan dapat mempengaruhi perilaku makan seseorang. Dalam penelitian ini, sebanyak 43 orang mahapsiswa direkrut dan diminta untuk menahan diri tidak makan selama 2 jam sebelum percobaan. Para peserta kemudian disuguhi sepiring daging ham asap dan sandwich keju.

Sepertiga peserta diminta untuk makan seperti biasa, sepertiga lainnya diminta berhenti sejenak selama 10 detik tiap kali selesai menelan makanna, sedangkan sepetiga sisanya diminta mengunyah makanan selama 30 detik sebelum ditelan. Dua jam kemudian, para peserta diberi semangkuk kecil permen kenyal rasa buah dan permen berlapis cokelat.

Para peserta juga diminta untuk menilai nafsu makannya sendiri dan tingkat kenikmatan saat memakan makanan. Hasil penelitian menunjukkan peserta yang makan dengan kecepatan normal dan yang berhenti makan sejenak selama 10 detik memakan permen dalam jumlah yang sama. Namun orang yang mengunyah makanan selama 30 detik makan setengah porsi lebih sedikit.

“Peserta dalam kelompok yang lama mengunyah kurang bahagia setelah makan siang dan penilaiannya atas kenikmatan makan siang lebih rendah dibandingkan peserta pada kelompok lainnya. Efek ini mungkin karena masih baru dalam melakukan mengunyah makanan untuk waktu lama,” kata peneliti seperti dilansir Daily Mail, Minggu (1/1/2013).

Para peneliti berteori, penyebabnya mungkin karena berkonsentrasi pada begitu banyak proses makan, otak jadi lebih lama dan lebih kecil kemungkinannya mengingat sinyal kebutuhan makan. Bisa juga karena pengaruh yang ditimbulkan akibat mengunyah lebih lama sangat tidak menyenangkan sehingga meredam keinginan untuk mengganyang cemilan.

Saat Natal, warga Inggris memiliki tradisi menyantap kalkun panggang, kentang panggang, sosis dibungkus irisan daging babi, saus roti dan aneka sayuran. Jika ditotal, kalori yang masuk bisa melebihi 1.000 kalori. Jika ditambah puding, biskuit, kue, coklat dan pie, kalori yang masuk bisa sekitar 3.500 – 4.000 kalori. Sedangkan idealnya asupan kalori harian tidak melebihi 2.500 kalori untuk pria dan 2.000 kalori untuk wanita.

Penelitian lain yang dilakukan ilmuwan China tahun lalu menemukan bahwa mengunyah makanan sebanyak 40 kali dapat menurunkan asupan kalori makanan sebesar 12 persen. Sebuah survei yang dilakukan tahun 2010 lalu terhadap 1.000 orang di Inggris menemukan bahwa rata-rata orang paling banyak mengunyah makanan sebanyak 6 kali sebelum menelan.