garam-ts-dalam

Ketika ingin berat badannya berkurang, seseorang akan membatasi konsumsi lemak dan gula atau karbohidrat. Sebenarnya ada lagi yang harus dihindari, yakni garam sebab ternyata garam juga bisa memicu kenaikan berat badan.

 

Manusia mengkonsumsi garam hampir setiap hari melalui makanan yang disantapnya. Garam terutama garam natrium merupakan salah satu bumbu dasar yang paling populer, yang ditambahkan agar masakan tidak terasa hambar.

Memang tidak ada batas maksimal yang bisa menyebabkan keracunan, namun konsumsi garam terlalu banyak bisa menyebabkan rasa cepat haus. Sedangkan untuk jangka panjang, konsumsi garam berlebihan bisa memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Garam natrium bersifat menyerap cairan sehingga terjadi retensi atau penumpukan carian di dalam tubuh. Penumpukan cairan terjadi juga di pembuluh darah sehingga volume darah meningkat dan otomatis tekanannya menjadi lebih tinggi.

Penumpukan cairan juga terjadi di jaringan lain termasuk otot sehingga beratnya meningkat, ibaratnya seperti daging sapi gelonggongan. Ini terjadi karena kelebihan garam membuat ginjal menyerap kembali cairan yang seharusnya keluar dalam bentuk urine.

Dikutip dari Livestrong, Senin (27/12/2010), alasan lain mengapa garam bisa memicu berat badan meningkat adalah jenis makanan yang biasanya dibumbui garam. Kebetulan, makanan yang sering menggunakan garam dalam jumlah banyak adalah makanan dengan jumlah kalori tinggi seperti makanan cepat saji.

French fries atau kentang goreng, ayam goreng dan berbagai saus pasta dan teriyaki umumnya mengandung banyak garam untuk menguatkan rasa. Karena itu selain memicu hipertensi, jenis makanan cepat saji juga terkenal sebagai pemicu utama obesitas.

Berbagai organisasi kesehatan mulai dari American Heart Association hingga National Academy of Science di Amerika Serikat menganjurkan konsumsi garam dibatasi tidak lebih dari 2.400 mg dalam sehari. Tidak benar-benar dihilangkan karena garam juga berguna dalam memelihara fungsi syaraf.