Banyak makan sayuran ini, untuk cegah kanker darah


Mengkonsumsi makanan seperti seledri dan daun peterseli, yang secara alamiah mengandung flavonoid, apigenin, diduga kuat membantu mencegah leukemia, kata seorang ilmuwan Belanda, Meikel Peppelenbosch.

Meikel Peppelenbosch dari University of Groningen di Belanda mengatakan, percobaan memperlihatkan bahwa apigenin –komponen yang umum terdapat pada buah dan sayuran– dapat menghentikan perkembangan dua jenis sel pada leukemia, dan mencegah peluangnya untuk bertahan hidup.sledri1

petrseli

Leukemia atau kanker darah adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam dan ditandai oleh perkembangan secara tak normal atau transformasi maligna (ganas) sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal itu keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia mempengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan kekebalan tubuh penderita.

Temuan tersebut menunjukkan apigenin menjanjikan dalam pencegahan leukemia, kata Peppelenbosch.

Tetapi dia mengingatkan bahwa studinya juga telah menemukan komponen itu juga memiliki daya tahan terhadap kemoterapi, dan hal itu mungkin mempengaruhi campur – tangan pada pengobatan standard bagi orang yang sudah didiagnosis terserang leukemia.

“Apigenin mungkin adalah bahan pencegah yang bermanfaat bagi leukemia, tapi itu tak boleh dikonsumsi secara berbarengan dengan kemoterapi bagi penyakit yang dipastikan positif, karena itu dapat mencampuri dampak positif pengobatan,” tulis Peppelenbosch di dalam studi di dalam jurnal ilmiah Cell Death and Disease.

Flavanoid adalah bahan yang mengandung antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan oleh molekul oksigen.

Berbagai kajian sebelumnya telah memperlihatkan bahwa apigenin, yang ditemukan pada seledri, daun peterseli, anggur merah, saus tomat dan makanan lain yang berbahan dasar tumbuhan, juga diduga bermanfaat dalam memberi perlindungan terhadap kanker indung telur. (Antara/ink)