love_in_paris_350_233BEREDAR kabar seorang bocah perempuan bernama Ayu Tria (7 tahun) meninggal dunia setelah tidak bisa menjalani kemoterapi lantaran ruang ICCU RS Harapan Kita, Jakarta, tempatnya biasa berobat, sedang digunakan syuting sinetron Love in Paris.

Ayu merupakan pengidap penyakit leukimia, yang selama tiga tahun terakhir selalu berobat rutin di RS Harapan Kita.

Peristiwa tersebut jelas membawa keprihatinan yang mendalam. Masyarakat pun bereaksi keras.

Syuting Love in Paris di rumah sakit tersebut mengambil adegan saat tokoh Rafa (diperankan oleh Rio Dewanto) menjalani perawatan usai mengalami sebuah kecelakaan.

Rio Dewanto sendiri mengaku sangat terkejut mendengar kabar meninggalnya Ayu.

“Rio sudah dengar. Dia kaget, dan tidak menyangka akan terjadi peristiwa tersebut,” kata manajer Rio, Boy, saat dihubungi via ponselnya, Kamis (27/12).

Boy mengatakan, Rio tidak tahu menahu soal prosedur atau proses penggunaan fasilitas rumah sakit untuk sinetron yang tayang di SCTV itu.

“Rio kan hanya mematuhi tugas. Jadwal sudah ada sejak semalam sebelumnya. Jika ada pasien yang sedang perlu kamar itu, Rio juga pasti tidak mau. Urusan lokasi, bukan urusan dia,” papar Boy.

Pihak rumah sakit Harapan Kita dan sutradara sinetron Love in Paris sudah membantah bahwa syuting sinetron ini telah menyebabkan seorang pasien meninggal dunia

Ayu-TriaKabar meninggalnya pasien penderita leukimia di RSAB Harapan Kita, Jakarta, Ayu Tria Desiani, 9, karena rumah sakit tersebut digunakan untuk syuting sinetron, Rabu (26/12/2012), menjadi sorotan banyak pihak.

Kementerian Kesehatan mengirimkan tim ke sebuah rumah sakit di Jakarta Barat untuk mengetahui kejelasan kabar mengenai adanya pasien yang tidak tertolong karena diduga ruang perawatan intensif (ICU) digunakan untuk pengambilan gambar sinetron.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi usai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Kamis sore mengatakan, direktur rumah sakit tersebut sudah memberikan klarifikasi kepadanya bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Begini saya sudah cek dengan Dirut RS-nya, dia bilang tidak benar. Itu syuting tidak di ICU tapi di sebelahnya ICU. Anak itu setelah distabilisasi langsung masuk ke ICU. Namun demikian kami tetap kirim tim untuk verifikasi dan apa sebenarnya yang terjadi, mereka sekarang sedang kesana,” kata Nafsiah.

Ia menjelaskan, tim dari kementerian kesehatan tersebut akan mengumpulkan keterangan mengenai apa yang terjadi.

“Itu tim dari Kemenkes untuk mengecek apakah yang terjadi sebenarnya,” katanya.

Nafsiah mengatakan, pasien yang setelah dilakukan stabilisasi itu telah mendapatkan layanan medis namun kemudian tidak tertlong, meski demikian ia tetap mengirimkan tim untuk melakukan klarifikasi atas kejadian sebenarnya.

“Kita juga akan pergi cek. Kita tak tahu siapa yang benar siapa yang salah, nanti kita cek,” katanya.

x5zDDonKLoRS Harapan Kita (Harkit) Jakarta.