Dia adalah Bagas Musamada  ♥

Dia bukan seseorang yang selalu kasih emas dan coklat ketika ku marah.
Dia bukan seseorang yang selalu menyanyikan lagu be my lady ditelepon tiap ku ingin tidur.
Dia bukan seseorang yang selalu menulis cerita dibuku biru.
Dia bukan seseorang yang mengirim kertas berbentuk mawar merah dikolong meja tempat aku duduk di sekolahku.
Dia bukan seseorang yang mempunyai impian tuk mengirim bunga mawar putih didepan rumahku atau ketika tanggal jadian.
Dia bukan seseorang yang mengirim boneka sapi.
Dia bukan seseorang yang selalu tiap malam menelepon ku.
Dia bukan seseorang yang selalu mengantar jemputku kemana aja aku pergi.
Dia bukan seseorang yang memperlakukan saya seperti seseorang putri cantik yang duduk di bangku kerajaan dan diiring dengan dayang dayangnya.
Dia bukan Harry Potter.
Dia bukan david immanuel.
Dia adalah seseorang yang selalu tampil apa adanya.
Dia seseorang yang selalu membuatku menebak apa isi pesan masuknya.
Dia seseorang yangg buat saya selalu berpikir apa yg dia lakuin kelak nanti untuk saya.
Yaaa dia yang selalu ada didalam pikiran ini (sebut saja pikiran ini stuck oleh namanya).

Dia yang selalu memilih untuk diam ketika emosi dan badmod.
Dia yang selalu bilang kata kata bebas ketika ku bercomooh.
Dia yang tak pernah mau kalah.
Dia yang selalu bangga”kan dirinya.
Dia yang memiliki sifat yg aku benci dari orang yg bertingkah itu didepan ku.

TAPI…

Dia yang buat saya selalu tersenyum.
Dia yang buat saya ngapus semua penat dari masalah yg datang.
Dia pelangi yang tuhan gantiin buat aku atas pelangi yg dulu hilang.

yaaa dia segalanya… dia orang yang saya sayang setelah ibu.
Dia orang yang ingin aku ajak untuk melihat masa depanku sukses bersama ibu.
Dia orang yang ingin aku liat pelangi suatu hari nanti bersama ibu.
Dia orang yang ingin aku liat sunshine di pantai bersama anak kita kelak nanti.
yaaa dia masa depan saya yang memiliki sifat bertolak belakang dengan saya

dia dia dia bernama Bagas Musamada, lelaki yg selalu prilakukan saya seperti seorang putri dan aku berharap kelak nanti menjemputku dengan kuda putih (seperti yg ada di dalam dongeng)

 

h