PementasanWayangKulit190211-640x428

Eksistensi wayang Indonesia patut dikagumi. Terutama wayang kulit, semenjak dikembangkannya budaya ini untuk dakwah para wali zaman dahulu hingga sekarang, wayang kulit belum hilang ditelan zaman. Tidak berlebihan bila UNESCO menjadikan wayang Indonesia masuk di dalam daftar sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia.

Sebenarnya, wayang yang bisa diandalkan untuk potensi wisata ada beberapa macam. Dikutip dari Tourism News, mari berkenalan dengan wayang Indonesia yang patut dibanggakan:

wayang-kulit-2009-05-21-106

  1. Wayang Kulit. Wayang ini dimainkan oleh seorang Dalang. Rata-rata tema cerita yang diambil adalah kisah pewayangan dalam Mahabharata atau Ramayana. Dalam perkembangannya, tema yang diangkat juga makin meluas.Sesuai namanya, wayang ini dibuat dari rangka yang disematkan kulit kerbau. Ukurannya kurang lebih 50 x 30 centimeter. Untuk membuatnya perlu minimal 10 kali proses pembuatan.

wayang-golek2.   Wayang Golek. Wayang ini cukup terkenal dalam budaya Sunda. Tokohnya lebih hidup karena terbuat dari kayu dan memakai konsep tiga dimensi. Mulai dari kepala sampai tubuh bagian bawah, semua dirangkai. Untuk ceritanya, rata-rata juga mengambil kisah Mahabharata dan Ramayana.

20100113-5

 

3. Wayang Kardus. Inilah wayang yang sangat ekonomis pembuatannya. Sebab, bahannya adalah kardus yang harga bahan bakunya murah. Memang, tidak mudah menemui wayang seperti ini dipentaskan. Namun, pada penampilan wayang kulit semalam suntuk, kadang wayang kardus menjadi pelengkap di dalam rentang waktu pementasan.

aa

4. Wayang Rumput (Suket). Kalau wayang ini mungkin yang paling ramah lingkungan. Bahannya adalah rumput atau suket (bahasa jawa). Rumput direndam air sampai layu, lalu dipipihkan dengan memukul-mukulnya. Setelah rumput layu, lantas dianyam sesuai bentuk tokoh yang diinginkan. Seusai menjadi tokoh tertentu, wayang ini bisa dimainkan. Biasanya Wayang Suket dipakai untuk pementasan kecil bagi anak-anak di daerah jawa.

beber4

5. Wayang Beber. Bentuk wayang iini adalah lukisan yang berisi gambar-gambar cerita. Sang Dalang memainkannya dengan menceritakan kisah sesuai urutan dambar yang ditampilkan. Sebuah kayu kecil akan dipakai Dalang untuk membantu menunjukkan gambar yang sedang diceritakannya. Sayangnya, wayang yang dulu sering ditemui di Pacitan, Jawa Timur, ini, sekarang hampir punah. Belum terlihat pelestarian maksimal seperti wayang Indonesia lainnya.