Suatu ketika ada seorang pemuda yang begitu sangat mengagumi sosok wanita yang selama ini diidamkannya. Pemuda itu terus berpikir bagaimana cara mendekati wanita yang diincarnya itu, ia bingung harus memulainya dari mana.
”Ahaaa … mendingan aku sering beli kaset di toko dia saja, kan bisa sering bertemu” Entah berapa keping kaset yang telah dibelinya.

Walaupun kaset yang dibeli asal-asalan dan tidak diminatinya, pemuda itutetap membeli.
“Ini mas kasetnya”, dengan raut muka tersenyum ramah wanita itu memberikan kaset yang dibungkus kantong plastik hitam,
dengan sangat terbata-bata pemuda itu menjawab, “iy … iy … yaa … ma … makasih yaa”.

Pemuda itu pun pergi meninggalkan toko kaset itu dan anehnya setiap ia membeli kaset, ia tidak pernah membuka isi kaset itu, ia langsung menaruhnya di dalam kotak khusus yang disimpan rapi di dalam lemari pakaiannya.
Pemuda itu terus menerus melakukan rutinitas yang sama dan pada akhirnya ketika pemuda itu kembali ke toko kaset, dia merasaterkejut sebab penjaga kaset telah berubah;
“eits … bukan berubah karena dioperasi plastik loh” he he he … tapi penjaganya berganti orang.

Pemuda itu pun memberanikan diri untuk menanyakan keberadaan wanita yang selama ini diincarnya.
“Maaf, mbak … kalau mbak yang satunya ke mana ya ?”
“Maaf maksud mas, yang jaga toko di sini ?”
“Iya” “Aduh, mas … memangnya mas tidak tahu ya, apa yang sudah terjadi ?”
Pemuda itu hanya menggelengkan kepala.
“Maaf wanita yang mas maksud sudah tidak bekerja di sini lagi, dia telah pergi jauh dan tidak akan pernah kembali, ia sudah damai di sana”

Bagaikan disambar petir di siang bolong, pemuda itu ambruk, lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan toko kaset kenangannya.
Sesampainya di rumah, pemuda itu akhirnya memberanikan diri untuk membuka kaset yang terbungkus plastik hitam satu persatu, alangkah kagetnya ia ketika plastik itu dibuka,di dalamnya terdapat lembaran kertas (surat yang diselipkan oleh wanita pujaannya).

BUNGKUSAN PERTAMA DIBUKA : “Apakah kamu punya waktu ?”
BUNGKUSAN KEDUA DIBUKA : “Kenapa tidak dibalas ?”
BUNGKUSAN KETIGA DIBUKA : “Apakah kamu mau jalan sama aku ?”
BUNGKUSAN KEEMPAT DIBUKA : “Beberapa kali aku selipkan surat tidak pernah kamu respon, ternyata selama ini aku telah salah menyukaimu. MUNGKIN DIRIMU BUKAN UNTUKKU”

Dengan sangat terbata-bata pemuda itu menangis sejadi-jadinya, ia menyesal dan menyesali atas semua yang terjadi
“Ya … Tuhan kenapa tidak sejak awal aku membuka plastik hitam ini ?”

Janganlah takut menyatakan cinta, katakanlah Isi hatimu sejujurnya, diterima ataupun ditolak itu sudah menjadi konsekuensi dari apa yang kita lakukan dan kita harus bisa menerimanya dengan penuh kebesaran hati.

 

Postingan Terbaru Lain-nya :