Bosan !!! ya, bosan sekali.
Setiap hari aku bertemu wajah-wajah palsu
Tersenyum tapi hakikatnya meremehkan
Bahkan tidak segan untuk menyingkirkan
Hidup memanglah pilihan.
Apakah kamu akan menjadi manusia baik atau manusia buruk.
Bahkan tidak untuk memilih keduanya, karena langkah itupun hakikatnya kamu sedang memilih.
Bersyukur, terpaut jauh ! dan saat ini aku di atas.
Tetapi tetap aku rendahkan hati sedalam tanah mengakar…
Lagi lagi wajah itu tersenyum tapi dibalik itu menantang..
Aku fikir tidak apa ! ini tanda aku benar-benar di atas…
Aku tidak terlena. Hidup itu roda.
Kadang dibawah dan kadang diatas dan indahnya berada dalam keseimbangan….
Aku selalu damai dengan keadaan ini. Tapi sayang,
Wajah palsu itu, seolah selalu ingin melayangkan perang padaku.
Entahlah maksudnya apa…
Aku tidak pernah belajar membenci apalagi menumbuhkan rasa dendam dalam hati.
Mungkin bila diijinkan aku ingin melakukan suatu hal untuknya.
Menampar wajah palsu itu. Tapi tidak tidak !
Mungkin lebih tepatnya menampar hatinya
Agar wajah palsu itu tidak lagi berkata “AKU ADALAH KAMU”
Muak sekali melihatnya ! ingin aku singkirkan wajah palsu itu dari pandanganku
Tapi ini nyata. Dan itu jalan yang salah.. aku sadar itu kasar
Biarlah, aku berikan wajah palsu itu waktu menikmati setiap jengkal yang ada dalam diriku
Aku berikan wajah palsu itu waktu bagaimana merasakan indahnya menjadi sesuatu yang original
Dan bukan buatan sesaat.
It’s Me